This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 29 Agustus 2017

Inspirasi Ke Tiga

Generasi Terdahulu Mendidik Istri dan Ibunya untuk Mengerjakan Qiyamul Lail

Generasi terdahulu mengetahui benar nilai penting Qiyamul Lail, sehingga mereka mendidik istri dan ibunya untuk bangun malam dan Tahajud. Mereka senang bila orang-orang tersebut bersama-sama melakukan kebaikan. Pendidikan ini juga termasuk kewajiban seorang kepala keluarga dalam menjaga dan memelihara keluarganya, disamping juga untuk menyebarkan amalan yang baik ini dalam masyarakat muslim.

Muhammad bin Thalhah bin Masraf pernah menceritakan: " Ayahku selalu memerintah istri, pembantu dan anak-anaknya untuk mengerjakan Qiyamul Lail. Ia mengatakan " Sholatlah disepertiga malam walaupun hanya dua rakaat. sesungguhnya sholat disepertiga malam dapat mengurangi dosa, dan merupakan amalan orang-orang sholeh yang paling mulia". 

Ismatuddin Khatun al-Atabik Muinuddin, istri Nuruddin Zanki rahimahullah banyak bangun malam. pada suatu hari ia tertidur dan tidak melakukan wirid. Pagi harinya ia sangat marah. Ia menanyakan perihal dirinya kepada Nuruddi, ia menceritakan tidurnya yang membuatnya lupa melakukan wirid. Setelah itu Nuruddin menurunkan perintah agar gendang yang ada di benteng dipukul pada akhir malam, agar orang-orang bangun pada waktu itu untuk mengerjakan Qiyamul Lail. Ia memberikan upah dan roti yang banyak kepada orang yang memukul gendang tersebut. 

Al Hafizh Ibnu hajar menulis biografi Imama Nuruddin al-Haitsumi rahimahullah, Ia mengatakan: " Al Hatsumi menikahi putri gurunya ( al Hafizh al-Iraqi) dan dikaruniai beberapa anak. Ia telah berkeluarga beberapa tahun tetapi aku tidak pernah melihat mereka berdua meninggalkan Qiyamul lail."

Masyr bin Sa'd rahimahullah selalu membangunkan keluarganya untuk mengerjakan Qiyamul Lail, dan berkata kepada mereka: "Sholat, Sholat!" Ia selalau mengatakan: "Perjalanan tidak akan sampai kecuali dengan berjalan di malam hari. Sesungguhnya dunia ini adalah perjalanan, penuh keletihan dan kepayahan, sampai orang itu dibawa pada rahmat Allah ta'ala.

Saudaraku, lakukanlah seperti yang dilakukan oleh orang-orang sholeh maka engkau akan dimasukkan dalam golongan mereka. Seandainya engkau mau berjalan beberapa langkah saja menuju kelompok orang-orang yang bertahajud maka mereka akan mengenalmu dan dijadikan sebagai sahabat sejati. Wahai orang yang memiliki teman lalu tidak mengetahui jalan menuju mereka, carilah berita tentang mereka pada hari ini dan ikuti jejak-jejak mereka. Bila engkau bertemu dengan sebagian mereka mungkin engkau akan dibawa ke bumi kereka.
Sahabat sejati adalah sahabat yang akan membawa kebahagiaan kepada mu dengan menuntunmu dijalan surga., maka apabila engkau menemui sahabat seperti ini pegang eratlah mereka dan jangan sampai engkau lepaskan, dan apabila belum mendapatkannya segera carilah mereka.

Demikian Inspirasi malam ini, semoga bermanfaat., dan sampai jumpa pada inspirasi berikutnya.


Senin, 28 Agustus 2017

Inspirasi Ke Dua

Rosulullah saw Menyeru Anda untuk mengerjakan Qiyamul Lail

Hal lain yang dapat meningkatkan ghiroh Qiyamul Lail, mendorong untuk mau bermunajat kepada Allah dan berdiri dihadapan-Nya pada malam hari adalah, hendaknya diketahui bahwa Rosulullah saw juga menganjurkan anda untuk mengerjakannya. beliau saw juga telah memberikan nasehat kepada anda agar bermunajat kepada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui, dilakukan pada malam hari ketika orang lain sedang tidur. semua itu diharapkan agar anda mendapat kemenangan, yaitu kemenangan hidup berdampingan dengan para Nabi, orang yang shaleh dan para imam yang alim disurga.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwasannya Nabi sawa pernah bersabda:  "Sholat yang paling utama setelah solat wajib adalah solat ditengah malam. Puasa yang paling utama selain di Bulan Ramadhan adalah puasa dibulan Allah, Muharram." (Hr. Imam Muslim)

Diriwayatkan dari Abdullah bin salam ra., ia mengatakan :
" Ketika Rosulullah tiba di Madinah, orang-orang bergegas lari menuju ke beliau. Setelah aku jelas melihat beliau aku mengetahui bahwa beliau tidak berwajah pendusta, selanjutnya Abdullah mengatakan, " ucapan yang pertama aku dengar darinya adalah, beliau mengatakan :" Hai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, (pada orang fakir), sambunglah persaudaraan, dan shalatlah pada malam hari ketika oramg-orang sedang tidur, maka kalian akan masik surga dengan selamat".

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amir ra., bahwasannya Nabi saw pernah bersabda:
" Sholat yang paling disenangi Allah adalah sholat nya Nabi Daud. Puasa yang paling disenangi oleh Allah adalah puasanya Nabi Daud. beliau selalu tidur separoh malam, berdiri sholat sepertiganya lalu tidur pada seperenamnya, dan beliau berpuasa satu hari berbuka satu hari (berselang seling)

Diriwayatkan dari Amru bin Abasah ra., bahwasannya Nabi saw bersabda:
" Paling dekatnya Tuhan dengan hambaNya adalah pada sepertiga malam terakhir. Jika kamu mampu berzikir kepada Allah pada saat itu, kerjakanlah." 

Diriwayatkan dari Bilal ra., bahwasannya Nabi saw bersabda:
"Hendaknya kalian mengerjakan Qiyamul Lail, sesungguhnya itu kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, pendekatan kepada Allah Ta'ala dapat mencegah dari berbuat dosa, menghapus kejahatan dan menjauhkan penyakit dari badan".

Rosulullah saw pernah menjawab pertanyaan seseorang yang menanyakan tentang amal kebaikan yang paling disenangi oleh Allah. Rosulullah menunjukkan bahwa diantara amal tersebut adalah Qiyamul Lail.

Diriwayatkan dari Mu'az bin jabal, ia mengatakan:
"Aku bertanya kepada Rosulullah saw; " Wahai Rosulullah, beritahukan kepada ku tentang amalan yang dapat memasukkanku kedalam surga dan menjauhkanku dari neraka!"Nabi menjawab:"Engkau telah menanyakan sesuatu yang agung, susungguhnya hal itu mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah. Yaitu engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu, mendirikan sholat yang diwajibkan, membayar zakat diberikan kepada orang yang ditentukan, puasa di bulan Romadhan, berhaji ke Baitullah, bukankah telah aku tunjukkan kepada mu tentang pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai (dari api neraka), sedekah dapat memadamkan kesalahan seperti air dapat memadamkan api, dan sholatnya seseorang ditengah malam. " kemudian Nabi saw  membaca ayat: lambung mereka jauh dari tempat tidurnya." (Assajadah:61)

Bahkan Nabi saw telah menjadikan Qiyamul Lail sebagai sifat yang pertama orang-orang shaleh.
Diriwayatkan dari Anas ra., bahwasannya Nabi saw bersabda: "Aku telah menetapkan atas kamu bahwa sholat (do'a) suatu kaum sebagai suatu kesalehan. Mereka berdiri pada malam hari (Qiyamul Lail) dan puasa pada siang harinya. Mereka bukanlah orang yang berbuat dosa dan keji.

Nabi saw memberikan sifat bagi orang yang tekun mengerjakan Qiyamul Lail sebagai orang yeng benar-benar mendapatkan kenikmatan. Ini adalah sifat yang agung dan besar sekali keistimewaannya. Oleh karena itu selayaknya seorang mukmin mendorong dirinya untuk melakukannya.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia mengatakan, Rosulullah saw bersabda: " Lelaki terbaik adalah Abdullah (bin Umar) jika ia selalu melakukan sholat pada malam hari! "Salim berkata:" Setelah itu Abdullah tidak tidur dimalam hari kecuali hanya sedikit saja." dalam riwayat lain Rosulullah saw berrsabda : " Sesungguhnya Abdullah adalah seorang lelaki yang sholeh jika ia selalu memperbanyak sholat di malam hari. 
Al -Hafizh Ibn Hajar mengatakan: Implikasi dari sabda Nabi saw orang yang paling mendapatkan kenikmatan adalah Abdullah jikalau ia selalu mengerjakan sholat dimalm hari, adalah bahwa barang siapa yang selalu mengerjakan sholat malam pada malam hari maka ia dapat disifati sebagai orang yang mendapatkan kenikmatan.

Saudaraku, bangunlah dikegelapan malam dan berserulah; Hai rumah-rumah orang yang bertahajud, dimana penghunimu? hai kamar orang-orang yang beristighfar, dimana para penghunimu? hai negeri orang-orang yang bertaubat, dimana pendudukmu? hai mata orang-orang yang telah berbuat dosa, dimana air mata (penyesalan)mu? kasihan sekali orang yang menjauh dari tempat-tempat itu, kasihan sekali orang yang pergi darinya.

Saudaraku, berjalan-jalanlah dilembah orang-orang yang bertahajud, pindahlah disela-sela pengaduan orang-orang yang telah berbuat dosa, diantara tasbihnya orang yang bertahajud, dan khusu'nya orang-orang yang memohon kepadaNya! Tengoklah mereka! Mereka mencala dirinya sendiri, berfikir tentang tempat kembali yang menakutkan, takut terhadap perhitungan Pengawas Yang Maha Melihat. Oleh karena itu mereka berlindung kepada Allah dari siksaan kelak pada hari pembalasan.

Demikian saudaraku Inspirasi Malam ini. Semoga Bermanfaat. Aamiin

Minggu, 27 Agustus 2017

Inspirasi Pertama

       Kesungguhan Rasulullah saw dalam           mengerjakan Qiyamul Lail

Rasulullah saw telah mengetahui nilai penting Qiyamul Lail dan pahala yang akan diberikan Allah. Oleh karena itulah beliau selalu bersungguh-sungguh mengerjakannya, bahkan beliau selalu tekun. Dengan amalan itu seolah-olah beliau juga menyerukan kepada umatnya untuk selalu memelihara Qiyamul Lail dan dengan tekun mengerjakannya, tidak boleh malas.
Diriwayatkan dari Al mughiroh bin Syubah Ra: "bahwasannya Nabi saw mengerjakan solat malam sampai kedua kakinya bengkak. Ada yang mengatakan kepadanya: 'kenapa engkau dibebani seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa mu yang telah berlalu dan yang akan datang? "Nabi menjawab: "apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur ?" (Muttafaq'alaih).
Selain itu diriwayatkan oleh Aisyah ra., Ia mengatakan:
"Adalah Rasulullah saw, apabila mengerjakan sholat beliau berdiri sampai pecah kedua kakinya.' Aisyah ra berkata: wahai Rosulullah, mengapa engkau melakukan seperti ini, padahal dosa-dosa mu yang telah berlalu dan yang akan datang telah diampuni? "Nabi menjawab: wahai Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?" (Muttafaq'alaih ).
Berkaitan dengan hadis ini Ibnul Baththal berpendapat, hadis ini menjelaskan bahwa seseorang harus bersungguh-sungguh dalam beribadah, sampai pun jika hal itu merugikan tubuhnya. Sebab Nabi saw bila melakukan sholat sampai bengkak kedua kakinya, padahal beliau mengetahui bahwa dirinya telah mendapat ampunan atas dosa-dosa yang telah beliau lkukan. Dengan melihat Nabi saw yang tekun beribadah padahal beliau telah mendapatkan ampunan, bagaimana halnya dengan orang yang belum tahu dengan pengampunan dosanya, apalagi orang yang jelas-jelas belum aman dari ancaman siksaan api neraka? 
Diriwayatkan dari Abu hurairoh., Ia mengatakan l. 
"Adalah Rosulullah saw., Beliau selalu sholat sampai bengkak kedua kakinya". 

Saudaraku senanglah mengerjakan Qiyamul Lail sebab ia bisa memberikan syafaat dan syafaat nya diterima Allah. Selalulah menangis karena dia adalah teman yang baik. Menerobos masuklah kedalam barisan orang yang mengerjakan sholat, melompatlah ke Padang Sahara khalwat dengan menghamparkan kerendahan dan pasrah. 

Wahai saudaraku, wahai orang yang lebih memberatkan tidur, apakah Anda tidak terjaga dengan bayang-bayang disekelilingnya Anda? Yaitu surga yang telah terhias berada di atas Anda, neraka yang telah dinyalakan di bawah anda dan kuburan yang sudah digali berada disamping anda? Mungkin sekali saat ini kain kafan kita telah dipintal. Sampai kapan kelalaian Anda akan tetap berada pada diri anda? 

Saudaraku ketahuilah orang yang banyak tidur yang ditemui hanyalah mimpi.

Semoga bermanfaat.


Jumat, 25 Agustus 2017

Kata Pengantar Blog

Segala Puji bagi Allah, Yang Maha Suci dari segala keserupaan baik nama maupun sifat dengan makhluk, yang selalu berlaku adil dan benar dan seluruh alam tunduk pada kekuasaanNya dan mengakui sepenuuhnya. Semua hati patuh kepada Nya sengan rasa takut. Allah telah membukakan keyakinan pada orang-orang yang bertaqwa, kemudian mereka bersaksi, dibangunkan pada malam hari, tidak tidur dan melakukan peribadatan dimalam hari. Allah menunjukkan aib dunia kepada mereka, lalu mereka meninggalkan dan menhauhinya. Mereka megatakan : kami adalah para tamu".
Aku memuji kepada Allah, karena Dia telah menutup segala kesalahan dan perbuatan dosa. Aku bersolawat kepada Rosulullah Muhammad SAW yang telah diturunkan kepadanya huruf qaaf, kepada keluarga dan para pengikutnya yang berjalan pada jalan yang lurus tanpa belokan dan tikungan, melainkan mereka sungguh-sungguh bertaqwa dan manjauhi semua yang diharamkan. Amma ba'du.
Qiyamul Lail (menghidupkan malam dengan sholat dan ibadah-ibadah lainnya) merupakan syariah yang ditetapkan oleh Allah, sunnah yang ditetapkan hukum-hukumnya berdasar hadis Nabi saw., ibadah yang terpuji dan selalu dilakukan oleh orang-orang soleh terdahulu, media pendidik dan penggambleng iman, khalwat dengan Tuhan semesta alam, latihan jiwa yang indah, mendatangkan kebahagiaan jiwa dan rohani, olahraga kerinduan dan pertautan hati dengan surga yang tinggi, tangisan dan ungkapan hati serta pengaduan yang dalam. 
Betapa Qiyamul Lail penuh dengan kebaikan dan sifat mulia yang merupakan keistimewaannya, tetapi banyak orang yang berpaling darinya dan tidak mau mengerjakannya. mereka melupakan dan meninggalkannya., sehingga ia hampir hilang dari kegiatan sehari-hari kita dan lenyap dari rumah kita. Dimanakah hamba-hamba Allah sekarang ini..? dimana para pengabdi yang giat pada malam dan siang hari..? dimana para pembaca Alqur'an.? dimana orang-orang yang beristighfar meninggalkan tidur pada malam hari..? dimana orang-orang yang merasakan nikmatnya bermujat kepada Allah yang Maha Kuasa..? dimana orang yang meninggalkan kenikmatan tidur untuk tunduk dihadapan Tuhan yang Maha Merajai seluruh alam ini..? jelas sekali seakan-akan mereka tidak ada.
Mereka telah sedikit jumlahnya.
Mereka menjadi kelompok yang sedikit diantara yang sedikit.

Bila memang sudah demikian keadaannya, maka menjadi tugas para ulama dan para juru dakwah yang mengarahkan kepada jalan kebenaran untuk menghidupkan kembali dan memunculkan lagi perasaan-perasaan dalam hati seperti disebutkan diatas. Mereka juga memiliki tugas membangkitkannya kembali pada orang-orang yang sebelumnya hampir melupakan.
Dalam blog ini penulis tidak bermaksud membicarakan tentang hukum fiqih dari Qiyamul Lail dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya, akan tetapi hanya dimaksudkan untuk mengetuk hati dan perasaan pembaca agar mau bangun dari tidurnya, waspada terhadap kealpaan Qiyamul Lail, ingat akan dahsyatnya sakaratul maut, kemudian mau bermunajat kepada Tuhannya pada kegelapan malam, ketika orang-orang terlelap tidur.


Tulisan dalam blog ini bersumber dari buku " Bersujud di Keheningan Malam" 111 jalan menumbuhkan gairah Qiyamul Lail oleh Muhammad Shalih Ali Abdillah Ishaq.

Selanjutnya dalam blog ini akan ditulis setiap inspirasinya.
Selamat datang di blog inspirasi tahajud ini semoga bermanfaat.
Aamiin.

Kamis, 24 Agustus 2017

Inspirasi Tahajjud

Suatu Ketika Abdullah bin Masud pernah ditanya oleh seseorang, "Kami tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan salat." Ia pun menjawab, "Dosa-dosamu telah membelenggumu."
Salah seorang dari kalangan Ulama mengatakan:
"Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan salat malam. Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Quran."
Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak bisa mengerjakan salat malam. Demikian juga, kecintaan kepada dunia (hubbud dunya) bisa menghalangi seseorang untuk melaksanakan salat malam.
Abu Thalib Al-Makki berkata, "Yang bisa menghalangi seorang hamba dari melakukan salat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal, yaitu menyantap makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa, dan dominasi pikiran keduniaan ada di relungan hatinya.
yang bisa membantu seseorang agar bisa mengerjakan shalat malam itu adalah memakan makanan yang halal, istiqomah di dalam bertaubat, menjauhi makanan yang haram dan syubhat, menjauhi dosa dan maksiat, menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.
Sungguh, di antara shalat sunnah yang paling utama adalah shalat malam (tahajud). Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Isra' ayat 79:
"Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan shalat malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat yang terpuji."
Rasulullah juga bersabda kepada Abdullah bin Amr bin al-Ash:
"Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, ia bangun malam tetapi tidak menunaikan shalat malam." (Mutaffaq alaih).
Mari ajak dan didik anak keturunan kita untuk melaksanakannya,.Semoga Allah ringankan hati dan langkah kita untuk menunaikan shalat malam atau tahajud. Wallahu alambissowab